CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sunday, June 12, 2011

Ingat Kematian



Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita nikmat kehidupan ini. Sesungguhnya kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad s.a.w adalah rasulNya. Salawat dan salam bagi beliau dan keluarganya

Setiap orang tahu bahwa ia akan mati, tak ada seorangpun yang mengingkarinya. Tapi kenyataannya sedikit sekali yang mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Sebagian besar manusia bahkan berusaha melupakannya dengan berbagai hiburan dan kegiatan. Kematian menjadi misteri yang ditakuti. Padahal dengan perjalanan waktu, saat kematian yang tidak mungkin kita hindari ini hanya akan semakin dekat saja. Padahal bagi mereka yang sadar, dan berniat untuk menghadapinya, sesungguhnya ingat akan kematian merupakan pendorong yang sangat kuat untuk mencapai kehidupan yang sukses.

Lebih dari 160 kali kata kematian disebut dalam al Qur'an. Mengapa peristiwa ini mendapat banyak perhatian dalam kitab Allah ini? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita perhatikan beberapa ayat yang mengandung kata kematian tersebut.

" Setiap jiwa akan merasakan kematian" (ali Imran 185)

Ayat ini mengungkapkan fakta kematian sebagai suatu kenyataan. Tanpa menutupi ataupun menakuti, tetapi membicarakannya sebagai suatu hal yang pasti terjadi, yang pasti akan kita alami. Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan uraian mengenai apa yang akan kita hadapi setelah mati:

"Dan sesungguhnya hanya pada hari kiamat sajalah akan disempurnakan pahalamu. Barangsiapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam syurga sesungguhnya dialah yang benar benar beruntung. Sesungguhnya kehidupan didunia ini hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (Ali Imran 185)

Dengan nada keterbukaan yang sama, ayat diatas menyajikan beberapa prinsip dasar Islam. Bahwa kematian bukanlah akhir dari riwayat kita. Masih ada kehidupan setelah mati, suatu kehidupan yang justru jauh lebih panjang dari hidup yang sekarang ini. Juga disebutkan dalam ayat ini apa ukuran keberhasilan yang sebenarnya. Sukses yang hakiki adalah selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga. Sukses bukanlah keberhasilan meraih suatu gelar, sukses juga bukan berarti pangkat, ataupun kekayaan, semua sukses dunia itu hanya seperti fata morgana dibandingkan kenyataan yang akan kita alami di akhirat.

Pesan yang sama juga kita dapati dalam ayat berikut (Al Anbiya 35):

"Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan kami akan uji engkau dengan kejahatan dan kebaikan. Hanya kepada kamilah engkau akan kembali"

Tidak ada kesamaran ataupun keraguan dalam pesan ini. Bahwa hidup ini sementara, hidup hanyalah suatu masa percobaan, suatu ujian saja. Setiap orang mendapatkan ujiannya masing-masing. Ada yang diuji dengan musibah kemalangan ada juga yang diuji dengan keberuntungan didunia ini. Tapi pada akhirnya semua kita tanpa kecuali akan dinilai dan diberi ganjaran kehidupan akhirat yang sesuai dengan hasil ujian ini.

Kisah lengkap kehidupan kita secara ringkas diceritakan dalam al Quran sebagai berikut:

"Sesungguhnya telah kami ciptakan manusia dari tanah, Kemudian dari setetes mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim) Lalu dari setetes mani itu Kami jadikan ia segumpal darah, Lalu dari segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, Lalu dari segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian sesudah itu kamu semua akan mati kemudian sesungguhnya pada hari kiamat engkau akan dibangkitkan lagi" (Al Mu'minun 23:12-16)

Hanya yang Maha Pencipta yang dapat memaparkan riwayat kita selengkap itu. Dari uraian itu nampak bahwa apa yang kita jalani didunia ini hanya merupakan sebagian saja dari seluruh riwayat hidup kita. Jauh lebih panjang lagi masa yang akan kita alami di akhirat nanti. Perlu diingat juga bahwa apa yang kita lakukan dalam masa hidup yang pendek didunia ini akan menentukan kehidupan kita di akhirat nanti. Inilah fungsi sebenarnya dari kehidupan dunia, sebagai ladang yang hasilnya akan kita nikmati diakhirat nanti.

Dalam bagian lain, ditegaskan pula bahwa tidak ada jalan keluar yang dapat menghindarkan kita dari kematian. Surat an Nisa ayat 78 memaparkan: "Dimanapun engkau berada, kematian akan menjumpaimu. Walaupun engkau berada didalam menara yang kokoh dan tinggi sekalipun."

Umur panjang tidak menghindarkan kita dari kematian. Tidak juga teman baik, fasilitas kesehatan dan dokter ahli, uang maupun pangkat. Semua itu tidak dapat menunda saat kematian kita. Perhatikan ayat berikut ini yang menggambarkan ketidak berdayaan manusia ketika saat kematian telah tiba:

"Maka mengapa ketika nyawa telah mencapai kerongkongan, dan kamu menyaksikannya, sedangkan kami lebih dekat kepadanya., tapi kamu tidak melihat hal ini; mengapa kamu - jika kamu memang merasa tidak dalam kekuasaan kami - tidak memanggil kembali nyawa itu, jika kamu memang orang-orang yang benar?" (al-Waqia 56:83-87)

Demikianlah kematian itu, semua kita akan mengalaminya pada saat yang sudah dipastikan. Tak dapat ditunda walau hanya satu detik pun. Tak ada yang dapat menghentikannya. Lalu bagaimana kita harus mensikapinya? Dalam al Quran diberikan petunjuk untuk menghadapi kematian:

"Wahai orang-orang beriman, takutlah pada Allah dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam" (3:102)

Islam, inilah satu satunya yang dapat menyelamatkan kita dalam menempuh proses kematian. Allah memerintahkan kita agar tidak menjumpai kematian kecuali kita dalam keadaan muslim. Kematian tidak dapat kita tolak, dan kita tidak tahu bila kematian itu akan datang menjumpai kita. Berarti setiap saat kita harus selalu dalam keadaan muslim. Kita harus menjaga agar kita tetap muslim dalam bekerja, muslim ketika dirumah, baik waktu sendirian maupun didepan umum. Muslim waktu senang, dan tetap muslim pula waktu ditimpa kesusahan. Pada setiap saat dan situasi hendaknya kita selallu dalam keadaan menyerah (Islam) kepada Allah, sehingga kalau sewaktu waktu kematian itu datang kita sudah siap dan dapat menghadapinya dengan tenang. Janganlah kita seperti orang yang digambarkan Allah dalam ayat berikut:

Wahai orang yang beriman janganlah kekayaan dan anak anakmu mengalihkan perhatianmu dari mengingat Allah, agar engkau tidak menjadi orang yang merugi. Dan nafkahkan sebagian dari hata yang kamiberikan kepadamu sebelum datangnya kematian, sehingga engkau tidak berkata " Ya Tuhan, berikan kami tanguh beberapa saat. Niscaya aku akan bersedekah dan berbuat baik". Tapi tidak pada satu jiwapun Allah memberi tangguh ketika saatnya sudah tiba. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang engkau perbuat. (al Munafiqun 63: 9-11)

Jadi ketika kematian tiba, tidak akan ada lagi kesempatan kedua ataupun tambahan waktu. Kalau kita ingin berbuat baik, lakukanlah sebelum kematian itu tiba. Tak ada yang diberi tangguh, tak ada perkecualian.

Ketika kematian itu tiba pada salah seorang dari mereka, ia akan berkata. "Ya Tuhanku kembalikanlah aku, kembalikanlah aku, niscaya aku akan berbuat kebaikan yang selama ini aku lupakan." Tidak, tidak mungkin lagi. .... (Mu'minun 23:99-100)

Selalu ingat akan mati, memaksa kita sadar akan terbatasnya waktu kita didunia dan membuat kita selalu ingat akan tugas kita, apa yang seharusnya kita perbuat didunia. Banyak hal baik yang timbul dari ingatan akan mati. Karena itulah Islam mengajarkan agar kita sering melakukan ziarah kubur, Islam juga menganjurkan kita untuk mengiring mayat ke kuburan, membantu memandikan, dll. Disamping itu dengan membaca al Quran setiap hari, kita pun akan selalu diingatkan akan kematian ini. Kesdaran dan ingatan akan mati ini akan memberi kesan yang sangat dalam bagi kita: Tak ada lagi rasa keterikatan dan rasa ingin memiliki dunia. Tak ada lagi rasa takut untuk menyampaikan kebenaran. Hilang pula rasa cemburu dan iri hati yang biasa muncul ketika melihat orang yang lebih beruntung dari kita. Dendam dan sakit hati dengan mudah akan berganti dengan maaf yang tulus ikhlas. Dalam sebuah kisah, Rasulullah s.a.w mengatakan bahwa seseorang sahabat akan masuk surga hanya karena sahabat ini selalu memaafkan semua orang setiap malam sebelum dia tidur. Hilang pula penyakit "wahn" (cinta dunia dan takut mati) yang membuat ummat Islam ini seperti buih dilautan, tak berarti dan tak berbobot. Dalam bulan Ramadan yang mulia ini, tanamkanlah kesadaran bahwa mungkin ini adalah Ramadan kita yang terakhir. Raihlah sebanyak-banyak pahala dari bulan yang penuh berkah ini. Di malam-malamnya yang hening, bayangkanlah perjuangan saudara-saudara kita di Palestina, di Ambon, Aceh, Kashmir dan segala penjuru dunia. Mohonkanlah ampunan bagi mereka yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. Kita sadar giliran kita akan segera tiba. Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk menemui kematian dengan sebaik baik cara yang diridlaiNya, syuhada di jalanNya. Wa astagfirullahi walakum.

Wassalamu alaikum.

RENUNGAN DI AMBANG RAMADHAN





Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salman Radhiallahu 'anhu, katanya:
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam berkhutbah di hadapan kami pada hari terakhir daripada bulan Sya'ban. Beliau bersabda: "Wahai manusia, sesungguhnya kamu dinaungi oleh bulan yang sentiasa besar lagi penuh keberkatan, iaitu bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasaNya suatu fardhu dan qiyam di malam harinya suatu tatawwu'(sunat). Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di bulan yang lain. Dan barangsiapa yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan Ramadhan maka samalah dia dengan orang yang mengerjakan 70 fardhu di bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedang sabar itu pahalanya adalah syurga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah memberi rezeki kepada para mukmin di dalamnya. Barangsiapa memberi makanan berbuka di dalamnya kepada seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dya dari neraka. Orang yang memberikan makanan berbuka puasa, baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan puasa itu, tanpa dikurangkan sedikitpun."

Para Sahabat berkata:
"Ya Rasulullah, tidaklah kami semua memiliki makanan berbuka puasa itu untuk orang yang berpuasa?!". Maka bersabda Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam: "Allah memberikan pahala itu kepada orang yang memberikan sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya keampunan dan pengakhirannya merdeka dari api neraka. Barangsiapa meringankan beban daripada hamba sahaya (pembantu-pembantu rumah), nescaya Allah akan mengampuni dosanya dan memerdekakannya daripada api neraka. Oleh itu perbanyakkanlah empat perkara di dalam bulan Ramadhan. Dua perkara untuk menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara lagi untuk kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang kamu lakukan untuk menyenangkan Allah ialah mengakui dengan sesungguhnya bahawa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah dan memohon keampunan kepadaNya. Dua perkara lagi yang kamu sangat memerlukannya ialah memohon syurga dan berlindung daripada neraka. Barangsiapa yang memberi minum kepada orang yang berpuasa, nescaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam itu dengan suatu minuman yang dia tiada merasakan dahaga lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam syurga" (At-Targhib, jld.II, 217-218)

Saat Nazak



Baginda Rasullullah S.A.W berkata:

Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:

"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S." Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang disekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya. Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata:

"Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T." Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan." Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu." Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga.

Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir." Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah." Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu." Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A:"Roh itu menuju ketujuh tempat:

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina. 4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak dibumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat."

Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:

1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.

Kisah Rahsia Di Sebalik Sembahyang Lima Waktu



Ali bin Abi Talib r.a berkata :
"Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat muhajirin dan ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata : ' Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

Lalu Rasullullah S.A.W. bersabda: 'Silakan bertanya.'

Berkata orang Yahudi: 'Sila terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'

Sabda Rasullullah S.A.W.:
'Sembahyang Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada tuhanNya,
Sembahyang Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi,
Sembahyang Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S., maka setiap mukmin yang bersembahyang Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya.
Sembahyang Isya' itu ialah sembahyang yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku.
Sembahyang Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.'

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan didapati oleh orang yang sembahyang.

Rasullullah S.A.W bersabda: 'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sembahyang yang pertengahan, sembahyang Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam, orang mukimin yang mengerjakan sembahyang pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya wap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'

Sabda Rasullullah S.A.W. lagi: 'Manakala sembahyang Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan sembahyang Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'

Setelah itu Rasullullah S.A.W. membaca ayat yang bermaksud: 'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sekali sembahyang yang pertengahan, sembahyang Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. Seorang mukimin yang ikhlas mengerjakan sembahyang Maghrib kemudian meminta sesuatu dari Allah maka Allah akan perkenankan.'

Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Sembahyang Isya' (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sembahyang Isya' berjamaah, Allah S.W.T. haramkan dari terkena nyalanya api neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi titi sirath.'

Sabda Rasullullah S.A.W. seterusnya: 'Sembahyang Subuh pula, seorang mukmin yang mengerjakan sembahyang subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi oleh Allah S.W.T. dua kebebasan iaitu:

1. Dibebaskan dari api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah S.W.T. mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'.

Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T. mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan diwaktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T. kepada makhlukNya.'

Kata orang Yahudi: 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang diperolehi dari puasa itu.'

Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T. dia akan diberi oleh Allah S.W.T. tujuh perkara:

1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh dengan makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus.
5. Diringan baginya siksa kubur (siksa yang sangatmengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T. pada hari Kiamat untuk menyeberang titian sirath.
7. Allah S.W.T. akan memberinya kemudian di syurga.'

Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.'

Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Seorang nabi mengunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).'

Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan kecuali Allah dan engkau utusan Allah).'

"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah2an. Dan berilah berita gembira kepada orang2 yang sabar."

(Al-Baqarah : 155)

7 Macam Pahala Yang Dapat Dinikmatinya Selepas Mati


Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.
2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.
3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.
4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.
5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.
6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.
7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya.
8. Yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :

1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah).
2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.
3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

Saturday, June 11, 2011

Sesungguhnya Allah Menyayangimu




Sejak akhir-akhir ini, seorang teman rapat pernah mengadu kepada saya, mengapa dirinya tidak habis-habis ditimpa musibah dan masalah yang cukup berat didalam kehidupan beliau.

Memang hidup ini tidak akan pernah sunyi dari setiap dugaan dan ujian. Apa yang boleh saya katakan, sebagai umat Islam seharusnya kita yakin sesungguhnya setiap cabaran dan ujian hidup itu adalah bukti kasih sayang Allah terhadap kita.

Berdasarkan dalil daripada ayat 15-17, surah al-Fijr, kita harus fahami bahawa setiap kenikmatan dan kelapangan yang diberikan itu BUKAN bermakna Allah telah memberikan kemuliaan. Dan setiap orang yang diberikan ujian dan cubaan itu BUKAN bererti Allah telah menghinakannya.

Ibnu Qayyim dalam mensyarahkan dalil daripada ayat-ayat tersebut menyatakan golongan pertama itu sebenarnya telah diuji dengan beberapa kenikmatan dan golongan yang kedua itu pula telah dimuliakan dengan diberinya cubaan dan ujian.

Apa yang penting bersabar dan bermuhasabahlah selalu kepada Allah swt. Setiap orang yang beriman pasti akan menerima cubaan. Yang pasti, setiap ujian itu akan sentiasa kita alami sepanjang hayat, cuma tahap dan bentuknya mungkin berbeza-beza.

Sebagaimana yang diriwayatkan dari sebuah hadis,

Saad bin Abi Waqqas pernah bertanya kepada Rasulullah saw., Siapakah orang yang paling berat cubaannya ?

Jawab baginda, Di antara orang-orang  yang paling berat cubaannya ialah para nabi, kemudian mereka yang seumpama dan seterusnya. Seseorang itu diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika dia mempunyai kekuatan dalam agamanya, maka beratlah ujian yang diterimanya. Sekira agamanya lemah, tentu dia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Ujian akan selalu datang menimpa seorang hamba selagi dia masih berpijak di atas bumi, dan sehingga tiada lagi kesalahan padanya.

(Riwayat Tirmizi)


Setiap kali diuji, walau seberat manapun cabarannya, ketahuilah... ianya akan menjadi kayu pengukur yang menentukan keteguhan iman seseorang. Pelbagai ujian dan dugaan yang diterima itu, adalah bukti kasih sayang pencipta terhadap hambaNya. Dan juga untuk memastikan kita semua memiliki iman yang lebih kuat selepas berjaya menempuhnya dengan penuh kesabaran. 

Imam Ghazali ada menulis di dalam kitabnya Mukasyafah Al Qulub,Sesungguhnya bala merupakan pelita bagi orang arif, menyedarkan orang murtad, memperbaiki orang mukmin dan menghancurkan orang yang lupa. Tidak seorang pun akan mendapat manisnya iman sebelum dia ditimpa bala, rela dan bersabar.

Selain bersabar. Apa yang paling penting ingatlah Allah dan berdoalah selalu. Doa itu adalah ubat yang paling mujarab. Menurut Ibn Qayyim di dalam kitabnya Ad Da Wad Dawaa, Doa adalah musuh segala bencana. Ianya dapat menolak malah dapat menghilangkannya. Ataupun sekurang-kurangnya doa itu akan dapat meringankan segala bentuk musibah yang datang.

Sesungguhnya berdoa itu adalah senjata orang mukmin. Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam kitab sahihnya yang berasal dari Ali bin Abi Talib ra., sabda Rasulullah saw,

Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama dan cahaya langit serta bumi. 


Akhir sekali, cuba baca perlahan-lahan dan hayatilah sabda Rasulullah saw dibawah yang maksudnya cukup indah dan mendalam sekali. Semoga ianya serba sedikit boleh menjadi penawar ataupun sekurang-kurangnya memberi sedikit suntikan kekuatan untuk kita di dalam menempuh apa saja ujian yang datang.

Janji Allah dalam sabda Rasulullah saw,

Tiada seorang Muslim pun yang ditimpa sesuatu yang menyakitkan berupa penyakit atau lainnya, melainkan kerananya Allah akan menghapuskan keburukan-keburukannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya.

(Hadis Riwayat Bukhari)

Friday, June 10, 2011

Fesyen Tudung Masa Depan

Sekarang ni macam-macam sangat fesyen tudung kan ?  Yuna lah , Hana Tajima lah, Hada Tadiya lah , Fesyen Ikan Bawal macam na ? hihi. Lilit la kat mana pun, senget kah mesti ada ja orang nak tiru, gantung keychain beg segala. Tapi kan , kalau korang nak tak tiru fesyen tudung dari Jepun ni ?




Senang kan ? Gantung  bantal je, tapi susah pulak nak pakai helmet.

Kenapa Hati Ini Kaku



Saya bukanlah orang yang terbaik memberi tazkirah. Orang yang dekat dengan saya sangat arif dengan saya dan kelemahan saya, tentunya kata-kata saya boleh dipersoalkan kerana banyaknya dosa-dosa yang masih berbekas dalam diri saya. Saya berkata ini bukan untuk membersihkan diri saya, apatah lagi mengatakan saya bagus, tapi itulah hakikatnya. Ada beberapa perkara yang saya rasa sangat sukar untuk dicabut dari dalam hati saya kerana hati saya masih asyik melakukannya...
Berkata seorang ulama;

Bagaimana akan dapat terangnya hati seseorang itu yang gambar dunia ini terlukis pada cermin hatinya? Atau bagaimanakah akan dapat menuju Allah padahal dia masih terikat dengan nafsu syahwatnya?Atau bagaimana akan dapat memasuki hadrat Allah taala padahal dia belum suci dari kelalaiannya( janabah)? Atau bagaimana dia berharap akan dapat mengerti rahsia-rahsia yang halus padahal dia belum bertaubat dari kekeliruannya?
rasanya kalau dapat baca text Arab tentu akan lebih faham apa yang penulis ini maksudkan..
katanya juga: Takkan mungkin berkumpul dua perkara yang berlawanan dalam satu tempat dan masa, mustahil akan terkumpulnya jahat dan baik, begitu juga mustahil akan terkumpul diam dan gerak, cahaya dan kegelapan. Demikian pula nur (cahaya) iman berlawanan dengan kegelapan akibat masih bersandar kepada sesuatu selain dari Allah. Demikian pula berjalan menuju Allah haruslah bebas dari belenggu hawa nafsu.

FirmanNya:
'Bertaqwalah kepada Allah dan Allah akan mengajarkanmu '
Rasulullah sendiri bersabda:
'Siapa yang mengamalkan apa yang telah diketahui maka Allah akan mewariskannya apa yang tidak diketahuinya'
Sahl bin Abdullah Atustary r.a berkata: kebaikan itu terhimpun dalam 4 pekara, dan dengan itu akan tercapai peringkat kewalian:

a) Lapar
b) Diam
c) Menyendiri
d) Bangun malam...
Innallaha ghafurun rahim.. sesungguhnya Allah penerima taubat dan penyanyang.. mungkin orang yang mendengar adalah lebih baik dari yang memberi...
Wallahualam..


Biodata Kolumnis

Nur Aisyah Zainordin merupakan seorang doktor di Royal Alexandra Hospital, Paisley, Scotland. Penulis yang berasal dari Gombak ini merupakan graduan perubatan dari University of Dundee dan kini merupakan Timbalan Presiden Majlis Syura Muslimun cawangan Scotland. Beliau aktif dalam aktiviti dakwah dan kemasyarakatan di United Kingdom dan Ireland.

Thursday, June 9, 2011

Pengumuman ! Pengumuman !

Dengan ini dimaklumkan bahawa aku sedang merajuk nak mati ! Adik makan sampai habiss.. Lapaq~



Belagaknyaaaa

But I dun mind  ):


"Please unfollow me . Thank you"


Aku pun 'unfollow..

Takpelaa , mungkin dia bagus :)
-
-
-
-
-

Kejadian ini berlaku di TUMBLR saya .


Credit: nenystory.blogspot.com


Monday, June 6, 2011

Kau Gelabah


Pabila gelabah, dengan serta mertanya otakku berhenti berfungsi ?

Entri apakah ini ? 

Alkisah tersebutlah Cik Memy yang keluar membeli makanan bagi stok makanannya di bilik. Setibanya aku di kaunter bayaran, harga menunjukkan 27.45RM. Makcik di barisan yang belakang dengan lantas datang untuk membayar. Aku dah gelabah. Duit yang sepatutnya 30RM aku kasi menjadi 35RM. Achik kehairanan melihat gelagat aku.

Masakan aku ni tak reti nak kira duit ? Atau tak habis silibus Matematik masa sekolah dulu ? Penangan gelabah , terus jammmmm . Matematik tak Matematik . Lagi satu aku tak suka buat kerja dalam keadaan kelam kabut . Automatik hasilnya kelibut . Pentingnya ayat ni “Take your time”.


 
Pabila gelabah, dengan serta mertanya otakku berhenti berfungsi ?

Test JPJ.

Yang aku perasan, sampai je kat bukit, selepas melalui Pacik JPJ, dengan serta mertanya aku terlepas brake dan clutch (betul ke eja?) . Hal ini menyebabkan kereta yang aku pandu menuruni bukit dari arah belakang .
Retest buat kali ke 2 pun aku failed kat bukit .

Mungkin .

3 kali baru cukup syarat ? Atau berkat ? Rasanya ini mungkin penangan aku lari dari JPJ setiap kali ada rOadblock . Yelah . Naik moto takde lesen  . Sampaikan nampak JPJ terus gelabah mak nenek .
                                                                   



Sunday, June 5, 2011

Kesian kau .

Patutla ketat semacam masa aku nak tutup pintu toilet tadi, rupa rupanya aku terkepit sekali dengan katak.

Kesian . Sakit kot..



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...